Sabtu, 18 Mei 2013

REFLEKSI "Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru Kepada Imam Al-Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam) "

     Kekhusyuan manusia dalam beribadah hanyalah Allah SWT yang mengetahuinya. Hanya Allah lah yang dapat menilai ibadah kita. Belum tentu apa yang kita kerjakan itu diridhai Allah SWT. Diterima atau tidaknya ibadah kita adalah urusan Allah SWT. Yang dapat kita lakukan hanyalah berikhtiar dan berusaha. Sehingga, kita tidak dapat berlaku sombong dengan apa yang kita kerjakan.
      Ternyata untuk khusyuk dalam beribadah itu memang sulit. Syaitan tak henti-hentinya menggoda manusia untuk mengikuti jalan mereka. Apalagi saat manusia sedang beribadah, syaitan sangat senang menggoda manusia saat beribadah. Salah satu tidak khusyuknya shalat kita adalah karena iman kita yang tidak dapat melawan godaan syaitan. Seperti yang Bapak sampaikan di atas bahwa ketika kita hadapkan tubuh kita kepada Allah SWT sementara hati kita tidak bersama-Nya, maka itulah perbuatan Syaitan.
       Zikir merupakan salah satu benteng yang dapat kita lakukan agar sholat kita khusyuk. Dengan berzikir sama saja kita mengertak syaitan untuk pergi dari hati kita. Namun, tak hanya zikir saja yang kita lakukan untuk mengusir syaitan dari hati kita, kita juga perlu membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati. Karena penyakit hati lah makanan yang sangat disenangi syaitan. Dekatkan lah diri kita kepada Allah dengan berdo’a dan memohon ampun kepada-Nya, agar kita selalu dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk. Amin..

thanks to: Prof. Dr. Marsigit, MA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar