Senin, 17 Juni 2013

REFLEKSI "Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013"


     Kurikulum 2013 di rancang oleh pemerintah dengan tujuan yang baik yaitu memperbaiki sistem pembelajaran menuju arah pembelajaran yang inovatif dan berorientasikan pada siswa. Namun, hanya saja terganjal oleh persiapan yang terkesan mendadak dan kurang matang, apalagi sosialisasi mengenai kurikulum 2013 pun masih belum merata, terbukti dengan ada sebagian  guru  yang belum mengetahui tentang isi dari Kurikulum 2013. Mereka hanya mengetahui dari mulut ke mulut mengenai wacana tersebut tanpa ada sosialisasi dari pemerintah.
      Namun, bagaimanapun susunan dan rancangannya smengenai kurikulum 2013 tersebut, sebagai calon guru dan para guru, kita harus siap menghadapi tantangan tersebut dengan terus menerus memperbaiki kualitas kita dan berpikir positif mengenai apa yang di selenggarakan pemerintah. Karena, apa yang diprogramkan pemerintah pastilah mempunyai tujuan dan maksud tertentu yaitu untuk memperbaiki dan memajukan Indonesia.

http://powermathematics.blogspot.com/2013/06/tantangan-dan-harapan-kurikulum-2013.html?showComment=1371532544135#c7432441770987273356 

Sabtu, 15 Juni 2013

REFLEKSI "REFLECTION ON THE TEACHING OF “THE MULTIPLICATION ALGORITM OF THE 3rd GRADE OF PRIMARY SCHOOL” THROUGH VTR "



VTR (Video Tape Recorder) merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk menerapkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. VTR dalam pembeljaran matematika dapat menjadi sebuah gerakan reformasi dalam pendidikan matematika untuk mengembangkan lesson study. VTR memiliki beberapa manfaat, diantaranya:
a.    Ringkasan pendek dari pelajaran dengan penekanan pada masalah utama dalam pelajaran.
b.    Komponen pelajaran dan acara utama di kelas.
c.    Kemungkinan masalah untuk diskusi dan refleksi dengan guru mengamati pelajaran.
Seperti mata uang logam, VTR memiliki dua sisi negatif dan positif atau keuntungan dan kelemahan. VTR pun memiliki kelemahan diantaranya yaitu:
a.    Masalah rekaman video yang
b.    Komponen pelajaran
c.    Mendorong dan mengungkap pemikiran matematika siswa

REFLEKSI "Traditional - Innovative Teaching _ Oleh Marsigit"


Selama ini, permasalahan pendidikan di Indonesia masih pada sistem pengajarannya. Guru di Indonesia cenderung masih menggunakan sistem pembelajaran yang tradisional, dimana guru hanya menggunakan metode tunggal yaitu metode cermah, siswa hanya dijadikan sebagai objek pembelajaran dan guru hanya mentrasfer ilmunya ke siswa tanpa adanya suatu variasi pembelajaran.  Metode pembelajaran semacam ini, guru terkesan bersifat menggurui, otoriter, egois, dan menutup-nutupi kemampuan siswa. Sehingga, siswa bersifat pasif dan tidak dapat mengekplor kemampuan dan potensinnya. Dalam model pembelajaran ang tradisional ini, siswa akan merasa jenuh dan bosan dalam belajar. Perlu adanya perubahan paradigma pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif, dimana siwa dijadikan sebuah subjek pembelajaran yang benar-benar terlibat langsung dalam proses pembelajaran, sehingga mereka dapat membangun pengetahuannya sendiri. Dalam pembelajaran inovatif guru berperan hanya sebagai fasilitator siswa dalam mengembnagkan kemampuan dan potensi siswa. Perlu adanya perubahan paradigma pembelajran, sehingga pendidikan di Indonesia lebih baik dan menghasilkan peserta didik yang berkualitas.