Senin, 20 Mei 2013
REFLEKSI "Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 14: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Keempat) "
Dunia yang utuhnya adalah dunia yang terikat oleh
ruang dan waktu, dunia seutuhnya terdapat dua prinsip yaitu prinsip identitas
dan prinsip kontradiksi. Kontradiksinya filsafat dan kontradiksinya matematika
itu berbeda, begitu juga dengan kontradiksinya kaum logicist dan formalist
berbeda dengan kontradiksinya dunia hakekat.
Kontradiksinya kaum logicist-formalist itu berarti tidak konsisten pada
sistem matematikanya, sedangkan kontradiksinya dunia hakekat itu bukan identitasnya
unsur-unsur Matematikanya.
REFLEKSI "Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 16: Apakah Matematika Kontradiktif (Bagian Keenam) "
Dari Elegi
Pemberontakan Pendidikan Matematika 16: Apakah Matematika Kontradiktif (Bagian
Keenam), kita menjadi tahu bahwa unsur Dasar pembentuk
Sistem Matematika merupakan relasi atau hubungan sifat antara dua atau lebih
unsur singular.
Ada dua prinsip atau hukum dasar dunia yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi. hukum identitas berbunyi "suatu diri unsur adalah diri unsur itu sendiri"; secara matematika dinyatakan sebagai "a=a". Semua hukum yang tidak sesuai dengan hukum identitas disebut hukum kontradiksi.
Ada dua prinsip atau hukum dasar dunia yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi. hukum identitas berbunyi "suatu diri unsur adalah diri unsur itu sendiri"; secara matematika dinyatakan sebagai "a=a". Semua hukum yang tidak sesuai dengan hukum identitas disebut hukum kontradiksi.
REFLEKSI "Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 15: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Kelima)"
Dari Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 15: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Kelima), kita menjadi tahu bahwa unsur-unsur dari sistem matematika ialah bilangan, simbol-simbol, karakter, variabel, variabel kata, dan variabel kalimat. Para matematikawan logicist dan formalist hanya menemukan dunia separohnya yaitu hanya terbebas dari ruang dan waktu. Ada unsur-unsur yang terbebas dari ruang dan waktu, misalnya adalah 4+2=6, jika tidak ada unsur ruang dan waktu maka dia bersifat universal dan absolut terhadap ruang dan waktu.
Support by: http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_2600.html
REFLEKSI "Peta 1 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest "
Setelah
membaca dan mencoba memahami tabel peta pendidikan dunia yang Bapak Marsigit
buat dari Paul Ernest ini, saya menjadi mengerti bahwa di pendidikan dunia ini
di kelompokan menjadi lima kelompok yaitu industrial trainer, pragmatism, old
humanism, progressive educator, dan public educator. Kelimanya memiliki
karakteristik yang berbeda-beda dengan kelebihan dan kekurangannya
masing-masing. Pada kaum progressive educator dan public educator tampak bahwa
jika diterapkan kedua dunia pendidikan tersebut, maka aktivitas pembelajaran
tidak akan monoton atau lebih bervarisai (inovasi). Namun, semua itu kembali
kepada kebutuhan siswa. Mohon maaf apabila saya salah pemahaman. Terimakasih..REFLEKSI "Peta 2 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest "
Dari
tabel peta 2 pendidikan dunia, lebih dijelaskan lagi mengenai perbedaan dari
kelima dunia pendidikan tersebut. Perbedaan tersebut terlihat seperti pada
masyarakat industrial trainer dan technological pragmatist menganggap siswa
adalah empty vessel atau tong kosong, yang keduanya itu lebih bersifat
tradisional. Pada masyarakat old humanist menganggap siswa memerlukan adanya
pembangunan karakter pada diri siswa. Sedangkan pada masyarakat progressive
educator lebih berorientasi pada siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan pada
masyarakat public educator menekankan pada pengembangan siswa dalam proses
pembelajaran. Masyarakat progressive educator dan public
educator keduanya lebih memerhatikan siswa atau lebih berorientasi pada
perkembangan siswa dan termasuk dalam pembelajaran yang inovatif.
Langganan:
Postingan (Atom)